Friday, August 4, 2017

Manfaat Metode Perumpamaan (Amtsal) dalam Perspektif Islam

Pada postingan kali ini, Dunia Pembelajaran akan share perihal metode pembelajaran dalam perspektif Islam. Sebenarnya ada kurang lebih 7 metode pembelajaran dalam Islam, tapi dalam postingan ini, Dunia Pembelajaran hanya akan membahas mengenai Metode Perumpamaan. Perlu kita ketahui bersama bahwa peran metode pembelajaran ini memang sangat urgen sebagaimana menurut Ibnu Khaldun, bahwa ilmu-ilmu pengetahuan dalam kaitannya dengan proses pendidikan, sangat tergantung pada guru dan bagaimana mereka mempergunakan berbagai metode yang tepat dan baik. Oleh karena itu, guru wajib mengetahui faidah dari metode yang digunakan (Ahmad, 1975: 300). Mutu guru sangat terkait dengan kemampuannya memahami metode pembelajaran dan keterampilan menggunakan metode tersebut di depan para siswa, sehingga proses pendidikan berlangsung efektif dan menyenangkan.
Manfaat Metode Perumpamaan (Amtsal) dalam Perspektif Islam
Salah satu metode pembelajaran dalam Islam yang sudah sangat familiar di telinga kita dan tercantum dalam al-Qur'an adalah metode perumpamaan yang terkenal dengan amtsal nyamuk dan laba-laba. Berikut ulasan mengenai metode amtsal atau perumpamaan.

Metode Perumpamaan (Amtsal)

Metode perumpamaan adalah metode pembelajaran yang digunakan pendidik kepada anak didik dengan cara memajukan berbagai perumpamaan agar materinya mudah dipahami. Dalam QS Al-Zumar: 27 disebutkan:
Dan sungguh kami telah membuat bagi manusia di dalam Al-Quran ini setiap perumpamaan, supaya mereka mendapat pelajaran.
Al-Thabari menafsirkan ayat ini bahwa Allah Swt. telah memberikan perumpamaan bagi mereka orang-orang musyrik Quraisy dengan berbagai contoh dari umat-umat terdahulu agar mereka takut dan sebagai peringatan supaya mereka mendapat pelajaran, (1978: 136). Ayat ini merupakan dalil naqli bahwa Islam menggunakan perumpamaan sebagai metode dalam menyeru manusia pada kebenaran sehingga ia beriman dan beramal saleh.

Manfaat Metode Amtsal dalam Pembelajaran

Al-Ajami menulis (2006: 139) beberapa manfaat metode perumpamaan:
  • Mengandung unsur-unsur yang menarik dan menyenangkan;
  • Memperjelas makna dengan mengaitkan sesuatu yang abstrak dengan sesuatu yang konkrit;
  • Mendorong sikap positif;
  • Meninggalkan sikap negatif.
  • Mempermudah pemahaman materi yang sulit.

Pengaruh metode ini dalam pendidikan Islam adalah anak didik mengambil pelajaran dan nasihat yang terkandung di dalam perumpamaan (lihat QS AlAnkabut: 43; QS Al-Isra: 89). Di antara beberapa perumpamaan yang dimajukan AlQuran adalah sebagai berikut: Pertama, QS Al-Hasyr: 21, 
Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini di atas gunung, niscaya engkau lihat ia tunduk dan terpecah karena takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu dibuat-Nya untuk manusia supaya mereka berfikir.
Al-Zamakhsyari menafsirkan ayat ini bahwa diumpamakannya gunung yang seandainya diturunkan kepadanya Al-Quran, pastilah ia tunduk kepada Allah Swt., bertujuan  untuk mencela manusia karena kekerasan hati mereka dan tidak bertadabbur (mengambil pelajaran) ketika membaca Al-Quran, (Jilid 4: 509).

Kedua, Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah Telah membuat perumpamaan kalimat yang baik, seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat, (QS Ibrahim: 24-25). Ketiga, QS Al-Baqarah: 26,
Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. adapun orang-orang yang beriman, Maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan Ini untuk perumpamaan?." dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.
Keempat, QS Al-Ankabut: 41,
Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. dan Sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka Mengetahui.
Beberapa perumpamaan Al-Quran tersebut memudahkan pemahaman. Al-Quran memajukan perumpamaan positif dan negative, sehingga pembaca dan pendengar (dengan akal budi dan akal pikirannya) mampu memilih yang baik dan meninggalkan yang buruk.

Seorang guru harus rajin membaca, berfikir, dan kreatif, agar bisa menemukan perumpamaan-perumpamaan saat akan mengajar, atau saat ia secara tiba-tiba harus menyampaikannya. Guru juga harus membiasakan diri menyampaikan perumpamaan dalam mengajar, agar mahir dan terbiasa. Guru menjelaskan perumpamaan tersebut, agar siswa yang belum paham dapat mengerti maknanya. Guru bisa memperoleh perumpamaan dari Al-Quran, Hadits, dan sumber lainnya. Kadang guru meminta siswa menjelaskan perumpamaan yang serupa dengan perumpamaan yang telah dimajukan guru untuk memancing kreatifitas dan daya fikir siswa.

Demikianlah ulasan ringkas mengenai Manfaat Metode Perumpamaan (Amtsal) dalam Perspektif Islam. Semoga dapat bermanfaat dan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan metode pembelajaran yang tepat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon