Monday, September 7, 2015

Hakikat Media Pembelajaran Matematika

Hakikat Media Pembelajaran Matematika - Matematika merupakan disiplin ilmu yang mempunyai sifat khas. Objek matematika merupakan benda pikiran yang sifatnya abstrak dan tidak dapat diamati dengan pancaindra. Objek matematika berkenaan dengan ide-ide/konsep-konsep abstrak yang tersusun secara hirarkis dan penalarannya deduktif, konsisten dan logis. Sudjadi (1999) menyatakan bahwa keabstrakan matematika karena objek dasarnya yang berupa fakta, konsep, operasi dan prinsip tersebut bersifat abstrak. Ciri keabstrakan dan ciri lainnya yang tidak sederhana, menyebabkan matematika tidak mudah untuk dipelajari, sehingga banyak peserta didik yang merasa kesulitan belajar matematika. Oleh karena itu, perlu ada “jembatan” yang bisa menghubungkan antara keilmuan matematika dan pembelajaran matematika. Salah satu cara untuk menjembatani agar matematika yang bersifat abstrak tersebut mudah dipamahi oleh perserta didik dengan memanfaatkan media dalam pembelajaran matematika.

Menurut Dienes (dalam Hudoyo, 1998), bahwa setiap konsep atau prinsip matematika dapat dimengerti secara sempurna apabila pertama-tama disajikan kepada peserta didik dalam bentuk-bentuk kongkret. Oleh karena itu, betapa pentingnya pemanfaatan benda-benda konkret/alat peraga baik yang dirancang secara khusus atupun benda-benda yang ada dilingkungan sekitar kita sebagai media dalam pembelajaran matematika.

Menurut Muhsetyo, 2007, peserta didik baik secara individual maupun secara kelompok dapat membangun sendiri pengetahuan mereka dengan berbagai sumber belajar (aliran ini dikenal sebagai aliran kontruktivisme). Guru lebih berperan sebagai fasilitator, dan salah satu tugas guru adalah menyediakan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Hal ini sesuai dengan Teori Bruner (dalam Hawa, 2007), bahwa dalam proses pembelajaran matematika sebaiknya peserta didik diberi kesempatan memanipulasi benda-benda konkret atau alat peraga yang dirancang secara khusus dan dapat diotak-atik oleh peserta didik dalam memahami suatu konsep/prinsip matematika. Selain itu, Bruner (dalam Hawa, 2007) menegaskan bahwa proses internalisasi dalam belajar matematika akan terjadi dengan sungguh-sungguh (artinya proses belajar terjadi secara optimal), apabila pengetahuan yang sedang dipelajari oleh peserta didik tersebut difasilitasi melalui 3 (tiga) tahap yaitu: Enaktif, Ikonik dan Simbolik (EIS). Tahap enaktif yaitu tahap belajar dengan memanipulasi benda atau obyek konkret, tahap ekonik yaitu tahap belajar dengan menggunakan gambar, dan tahap simbolik yaitu tahap belajar matematika melalui manipulasi lambang atau simbol.

hakikat media pembelajaran matematika
"Proses Internalisasi dalam Belajar Matematika"

Baca juga : Pendekatan Konstruktivisme Dalam Pembelajaran

Muhsetyo, 2007, menyatakan bahwa untuk mendukung pembelajaran matematika yang mampu menumbuhkan kemampuan peserta didik dalam membangun pengetahuan sendiri diperlukan guru yang memiliki kompetensi tidak saja dalam mengembangkan dan mengimplementasikan materi pelajaran (bahan ajar), tetapi juga dalam penguasaan teori pembelajaran, media pembalajaran, evaluasi pembelajaran serta memahami pula bagaimana peserta didik belajar. Guru perlu terus meningkatkan kompetensi dalam mengembangkan perangkat pembelajaran dan mengimplementasinya dalam pembelajaran sehingga pempelajaran menjadi lebih berkualitas. Hal ini sesuai dengan pesan yang diamanahkan oleh Depdiknas (2006), NCTM (1989, 1991, 1995, 2000) bahwa pembelajaran yang berkualitas merupakan jantung dari perubahan. Peningkatan kemampuan guru tersebut merupakan pondasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dan pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Macam-Macam Media Pembelajaran Matematika

Agar kita tidak ketinggalan dalam pembelajaran matematika, kita perlu mengikuti kecenderungan baru yang telah dilakukan di negara-negara maju. Banyak kecenderungan baru yang tumbuh dan berkembang di banyak negara sebagai inovasi dan reformasi dalam pembelajaran matematika. Inovasi dalam pembelajaran matematika yang telah ditumbuh dan kembangkan di beberapa negara maju antara lain:
  • 1) Contextual learning,
  • 2) Coperative learning,
  • 3) Realistic Mathematics Education (RME),
  • 4) Problem solving,
  • 5) Mathematical investigation,
  • 6) Guaded discovery,
  • 7) Open eded (multiple solutions, multiple method of solution),
  • 8) Manipulative material,
  • 9) Concept map,
  • 10) Quantum teaching/learning, dan
  • 11) Writing in mathematics.

Hubungan Media Pembelajaran dan Proses Pembelajaran

Pada hakikatnya proses pembelajaran itu merupakan proses komunikasi antara guru dan peserta didik. Sebagai komunikan adalah peserta didik, sedangkan sebagai komunikator adalah guru dan peserta didik sendiri. Proses komunikasi yang mungkin terjadi selama proses belajar mengajar adalah: komunikasi searah, komunikasi dua arah, atau komunikasi multi arah.

Seorang guru perlu menyadari bahwa proses komunikasi tidak selalu dapat berjalan lancar, artinya pesan yang disampaikan oleh guru dapat diterima secara utuh oleh peserta didik. Kenyataan menunjukkan bahwa kadang-kadang komunikasi dapat menimbulkan kebingungan, salah pengertian dan mungkin menimbulkan kesalahan dalam memahami konsep (miskonsepsi) bagi peserta didik. Hal ini merupakan indikator adanya hambatan dalam proses pembelajaran.

Kesalahan komunikasi dapat terjadi karena beberapa sebab, antara lain:
  • Adanya perbedaan daya tangkap para peserta didik sebagai komunikan
  • Jumlah peserta didik sebagai komunikan sangat besar, sehingga sukar dijangkau oleh guru sebagai komunikator
  • Guru sebagai komunikator kurang mampu dalam menyampaikan pesan

Untuk menghindari atau mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan komunikasi dalam pembelajaran, maka harus digunakan sarana yang dapat membantu proses komunikasi. Sarana tersebut di antaranya adalah media pembelajaran.

Lalu apa sebenarnya makna media dalam pembelajaran dan dalam pembelajaran matematika? Kita lanjutkan pada postingan selanjutnya yaitu tentang makna media dalam pembelajaran dan dalam pembelajaran matematika. Demikian uraian ringkas mengenai Hakikat Media Pembelajaran Matematika, semoga dapat bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon