Friday, August 28, 2015

Langkah-Langkah Model Penemuan Terbimbing

Langkah-Langkah Model Penemuan Terbimbing - Postingan kali ini, model pembelajaran akan share mengenai bagaimana langkah-langkah model penemuan terbimbing. Setelah sebelumnya telah dishare mengenai model penemuan terbimbing dengan berbagai strategi yang bisa digunakan oleh seorang pendidik. Model penemuan terbimbing itu sendiri memiliki pengertian belajar untuk menemukan, dimana seorang siswa dihadapkan dengan suatu masalah atau situasi yang tampaknya ganjil sehingga siswa dapat mencari jalan pemecahan dengan menekankan pada adanya interaksi antara siswa dengan siswa (S – S), siswa dengan bahan ajar (S – B), siswa dengan guru (S – G), siswa dengan bahan ajar dan siswa (S – B – S) dan siswa dengan bahan ajar dan guru (S – B – G).

Baca juga :

Langkah-Langkah Model Penemuan Terbimbing

Agar pelaksanaan model penemuan terbimbing ini berjalan dengan efektif, beberapa langkah yang perlu ditempuh oleh guru matematika adalah sebagai berikut.
  • Merumuskan masalah yang akan diberikan kepada siswa dengan data secukupnya, perumusannya harus jelas, hindari pernyataan yang menimbulkan salah tafsir sehingga arah yang ditempuh siswa tidak salah.
  • Dari data yang diberikan guru, siswa menyusun, memproses, mengorganisir, dan menganalisis data tersebut. Dalam hal ini, bimbingan guru dapat diberikan sejauh yang diperlukan saja. Bimbingan ini sebaiknya mengarahkan siswa untuk melangkah ke arah yang hendak dituju, melalui pertanyaan-pertanyaan, atau LKS.
  • Siswa menyusun konjektur (prakiraan) dari hasil analisis yang dilakukannya.
  • Bila dipandang perlu, konjektur yang telah dibuat siswa tersebut diatas diperiksa oleh guru. Hal ini penting dilakukan untuk meyakinkan kebenaran prakiraan siswa, sehingga akan menuju arah yang hendak dicapai.
  • Apabila telah diperoleh kepastian tentang kebenaran konjektur tersebut, maka verbalisasi konjektur sebaiknya diserahkan juga kepada siswa untuk menyusunya. Di samping itu perlu diingat pula bahwa induksi tidak menjamin 100% kebenaran konjektur.
  • Sesudah siswa menemukan apa yang dicari, hendaknya guru menyediakan soal latihan atau soal tambahan untuk memeriksa apakah hasil penemuan itu benar.

Kelebihan dan Kekurangan Model Penemuan Terbimbing

Memperhatikan Model Penemuan Terbimbing tersebut diatas dapat disampaikan kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Kelebihan dari Model Penemuan Terbimbing adalah sebagai berikut:
  • Siswa dapat berpartisipasi aktif dalam pembelajaran yang disajikan.
  • Menumbuhkan sekaligus menanamkan sikap inquiry (mencari-temukan)
  • Mendukung kemampuan problem solving siswa.
  • Memberikan wahana interaksi antar siswa, maupun siswa dengan guru, dengan demikian siswa juga terlatih untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  • Materi yang dipelajari dapat mencapai tingkat kemampuan yang tinggi dan lebih lama membekas karena siswa dilibatkan dalam proses menemukanya (Marzano, 1992)

Sementara itu kekurangannya adalah sebagai berikut:
  • Untuk materi tertentu, waktu yang tersita lebih lama.
  • Tidak semua siswa dapat mengikuti pelajaran dengan cara ini. Di lapangan, beberapa siswa masih terbiasa dan mudah mengerti dengan model ceramah.
  • Tidak semua topik cocok disampaikan dengan model ini. Umumnya topik-topik yang berhubungan dengan prinsip dapat dikembangkan dengan Model Penemuan Terbimbing.

Demikianlah uraian singkat mengenai langkah-langkah model penemuan terbimbing berikut sedikit beberapa kelebihan dan kekurangan dari model pembelajaran tersebut. Semoga bermanfaat dan bisa membantu dalam merancang suatu model pembelajaran.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon