Saturday, March 21, 2015

Prinip-Prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI)

Prinip-Prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI) - Pada postingan sebelumnya, membumikan pendidikan telah share tentang pengertian strategi pembelajaran inkuiri (SPI). Dijelaskan bahwa Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI) merupakan strategi yang menekankan kepada pengembangan intelektual anak (Wina sanjaya : 2012). Menurut Piaget (dalam Sanjaya 2012), perkembangan mental anak dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu (1) maturation, (2) physical experience, (3) sosial experience, (4) equilibration.


Selanjutnya sahabat-sahabat memumikan pendidikan mungkin akan bertanya-tanya bagaimana prinsip-prinsip pembelajaran dimana suatu pembelajaran bisa diidentifikasi menggunakan strategi pembelajaran inkuiri? Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh piaget di atas, Wina Sanjaya berpendapat bahwa ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh guru dalam penggunaan strategi pembelajaran inkuiri (SPI), prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut :

Prinip-Prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI)

Berorientasi pada Pengembangan Intelektual

Tujuan utama dari strategi inkuiri adalah pengembangan kemampuan berfikir. Dengan demikian, strategi pembelajaran ini selain berorientasi kepada hasil belajar juga berorientasi pada proses pembelajaran dengan menggunakan strategi inkuiri bukan ditentukan oleh sejauh mana siswa dapat menguasai materi pelajaran, akan tetapi seajuh mana siswa beraktifitas mencari dan menemukan sesuatu. Makna dari “sesuatu” yang harus ditemukan oleh siswa melalui prose berfikir adalah sesuatu yang dapat ditemukan, bukan sesuatu yang tidak pasti, oleh sebab itu setiap gagasan yang dikembangkan adalah gagasan yang dapat ditemukan.

Prinsip Interaksi

Proses pembelajaran pada dasarnya adalah proses interaksi, baik interaksi antra siswa meupun interaksi berarti menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, tetapi sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri. Guru perlu mengarahkan (directing) agar siswa mengembangkan kemampau berfikirnya melalui interaksi mereka. Kemampuan guru untuk mengatur interaksi pekerjaanmudah. Sering guru terjebak oleh kondisi yang tidak tepat oleh kondisi interaksi itu sendiri. Misalnya interaksi hanya berlangsung pada siswa yang hanya berlangsung antar siswa yang mempunyai kemampuan berbicara saja walaupun pada kenyataan pemahaman siswa tentang substansi permasalahan yang diberikan sangat kurang; atau guru justru menanggalkan peran sebagai pengatur interaksi itu sendiri.

Prinsip Bertanya

Peran guru yang harus dilakukan dalam menggunakan SPI adalah guru sebgai penanya. Sebab, kemampuan siswa unuk menjawab setiap pertanyaan pada dasarnya sudah merupakan sebagian dari proses berfikir. Oleh sebab itu, kemampuan guru untuk bertanya dalam setiap langkah inkuiri sangat diperlukan. Berbagai jeis dan teknik bertanya perlu dikuasai oleh setiap guru, apakah itu bertanya hanya sekedar untuk meminta perhatian siswa, bertanya untuk melacak, bertanya untuk mengembagnkan kemampuan, atau bertanya untuk menguji.

Prinsip Belajar untuk Berfikir

Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta, akan tetapi belajar adalah proses berfikir (learning how to think), yakni proses mengembangkan potensi seluruh otak, baik otak kiri maupun otak kanan; baik otak reptil, otak imbik, maupun otak neokortek. Pembelajaran berfikir adalah pemanfaatan dan pengunaan otak secara maksimal. Belajar yang hanya cenderung memanfaatkan otak kiri, misalnya dengan memaksa anak untuk berfikir logis dan rasional, akan membuat anak dalam posisi “kering dan hampa”. Oleh karena itu, belajar berfikir logis dan rasional perlu didukung oleh pergerakan otak kanan, misalnya dengan memasukkan unsur-unsur yang dapat memerangi emosi, yaitu unsur estetika melalui proses belajar yang menyenangkan dan menggairahkan.

Prinsip Keterbukaan

Belajar adalah suatu proses mencoba berbagai kemungkinan. Segala sesuatu mungkin saja terjadi. Oleh sebab itu, anak perlu diberikan kebebasan untuk mencoba sesuai dengan perkembangan kemampuan logika nalarnya. Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang menyediakan berbagai kemungkinan sebagai hipotesis yang harus dibuktikan kebenarannya. Tugas guru adalah mengembangkan hipotesis dan secara terbuka membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukannya.

Demikianlah uraian singkat mengenai prinsip-prinsip penggunaan strategi pembelajaran inkuiri atau yang sering disingkat dengan SPI. Semoga dapat menambah wawasan sahabat-sahabat membumikan pendidikan dan bisa diimplementasikan atau menjadi bahan dalam pembuatan strategi pembelajaran.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon