Friday, December 26, 2014

Strategi Pembelajaran Peer Tutoring

Strategi Pembelajaran Peer Tutoring - Istilah peer tutoring mengandung makna yang sama dengan tutor teman sejawat atau peer teaching. Silberman (2006) dalam Iva (2009) menjelaskan bahwa peer-teaching merupakan salah satu pendekatan mengajar yang menuntut seorang peserta didik mampu mengajar pada peserta didik lainnya. Dengan pendekatan peer teaching siswa dituntut untuk aktif berdiskusi dengan sesama temannya atau mengerjakan tugas-tugas kelompok yang diberikan oleh guru, baik tugas itu dikerjakan di rumah maupun di sekolah. Oleh karena itulah blog Pembelajaran tertarik dan ingin share dengan teman-teman pembaca blog pembelajaran yang budiman dengan mengangkat judul "Strategi Pembelajaran Peer Tutoring. Berikut uraiannya".

Boud, Cohen and Sampson's (2001) menjelaskan bahwa apabila peer teaching menjadi bagian dari proses pembelajaran di sekolah, peserta didik yang menjadi guru dapat menunjukkan berbagai macam peran seperti: pure teacher, mediator, work partner, coach, atau role model. Peserta didik yang berperan sebagai guru dapat menunjukkan hanya satu peran atau beberapa peran sekaligus tergantung pada tanggungjawab yang diberikan oleh guru. Peserta didik yang berperan sebagai guru (pure teacher) dapat dilibatkan dalam penyusunan dan penyampaian informasi dan keterampilan, memberi umpan balik dan evaluasi kepada peserta didik lain yang menjadi bimbingannya.
 
Strategi Pembelajaran Peer TutoringApabila peserta didik yang berperan sebagai guru kurang memiliki otonomi atau kekuasaan di kelompoknya, guru sejawat (peer tutor) tersebut dinamakan mediator. Peer tutor berperan sebagai asisten guru apabila selain mengajar temannya sendiri, dia juga mendapat tugas admninistrasi seperti mengecek apakah tugas sudah lengkap, tugas apa saja yang masih kurang, menyiapkan jobsheet, menyiapkan blangko nilai, dll. Peer tutor dapat berperan sebagai patner kerja (work partner), apabila dilibatkan dalam pekerjaan proyek guru dan diberi wewenang untuk mengontrol dan memberi bantuan kepada peserta didik lain supaya hasil kerja memenuhi standar kerja yang tetapkan pada proyeknya. Peer tutor dapat berperan sebagai coaches, apabila dia bekerja secara kooperatif dengan cara memberi dorongan kepada peserta didik lain untuk mengumpulkan tugas, memberi umpan balik secara informal, menulis tugas yang harus dikerjakan, dll. Peer tutor dapat berperan sebagai model, apabila dalam proses pembelajaran dia disuruh mendemontrasikan keterampilan-keterampilan yang dimilikinya di hadapan peserta didik yang lain, atau sebagai contoh dalam mengerjakan atau menjawab soal ujian, misalnya ujian praktik.

Peer teaching merupakan strategi pembelajaran yang cocok untuk pembelajaran orang dewasa (andragogy) dan self-direction. Menurut Jarvis (2001):
Peer teaching is a learner-centered activity because members of educational communities plan and facilitate learning opportunities for each other. There is the expectation of reciprocity, e.g., peers will plan and facilitate courses of study and be able to learn from the planning and facilitation of other members of the community.
Ini mengandung arti bahwa peer teaching merupakan kegiatan belajar yang berpusat pada peserta didik sebab anggota komunitas merencanakan dan memfasilitasi  kesempatan  belajar  untuk dirinya sendiri dan orang lain. Hal ini diharapkan dapat terjadi timbal balik antara teman sebaya yang akan merencanakan dan menfasilitasi kegiatan belajar dan dapat belajar dari perencanaan dan fasilitas dari anggta kelompok lainnya.

Langkah-langkah Pendekatan Pembelajaran Peer Tutoring

Pembelajaran peer tutoring dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
  • Guru menyusun kelompok belajar, setiap kelompok beranggota 3-4 orang yang memiliki kemampuan beragam. Setiap kelompok minimal memiliki satu orang peserta didik yang memiliki kemampuan tinggi untuk menjadi tutor teman sejawat.
  • Guru menjelaskan tentang cara penyelesaian tugas melalui belajar kelompok dengan metode peer teaching, wewenang dan tanggung jawab masing-masing anggota kelompok, dan memberi penjelasan tentang mekanisme penilaian tugas melalui peer assessment dan self assessment.
  • Guru menjelaskan materi kuliah kepada semua peserta didik dan memberi peluang tanya jawab apabila terdapat materi yang belum jelas.
  • Guru memberi tugas dengan catatan peserta didik yang kesulitan dalam mengerjakan tugas dapat meminta bimbingan kepada teman yang ditunjuk sebagai tutor/guru.
  • Guru mengamati aktivitas belajar dan memberi penilaian kompetensi.
  • Guru, tutor dan peserta didik memberikan evaluasi proses belajar mengajar untuk menetapkan tindak lanjut kegiatan putaran berikutnya
Demikianlah uraian pendekatan pembelajaran Peer Tutoring berikut langkah-langkahnya. Semoga dapat bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon