Sunday, December 14, 2014

Model Pengajaran Non Direktif (Non Directive Teaching Model)

Model Pengajaran Non Direktif (Non Directive Teaching Model) - Pada postingan terdahulu telah diuraikan mengenai rumpun model pembelajaran menurut Marsha Weil dan Bruce Joyce yang telah membagi model pembelajaran menjadi empat. Salah satu dari empat model pembelajaran tersebur adalah model personal. Untuk lebih jelas mengenai pembagian rumpun model pembelajaran, pembaca yang budiman bisa baca postingan Rumpun Model Pembelajaran Menurut Marsha Weil dan Bruce Joyce.

Dimana dalam model personal tersebut penekanannya pada proses individu dalam membangun dan mengorganisasikan realitasnya. Dengan kata lain model ini diarahkan kepada organisasi internal individu dengan lingkungan. Salah satu contoh model yang termasuk dalam rumpun model pembelajaran personal yaitu model pengajaran non-direktif. Yang pada kesempatan kali ini akan diuraikan. Berikut penjelasannya mengenai model pengajaran non-direktif.

Asumsi Pengajaran Non Direktif

Carlg Rogers sebagai tokoh Model Pengajaran Non Direktif ini bertolak dari asumsi psikologis yaitu bahwa setiap individu dapat menangani sendiri situasi kehidupannya dengan cara konstruktif. Asumsi ini mempunyai arti bagi seorang konselor yang harus respek atas kemampuan konseling dalam mengidentifikasikan dan merumuskan pemecahan-pemecahan masalahnya. Rogers sebagai seorang Theraphist mengembangkan beberapa prinsip atau hipotesis yang bersumber pada prinsip konsep dasar yakni "Student Centred Teaching", jadi mengajar harus bertumpu dan berpusat kepada siswa.

Struktur Model Pengajaran Non-Direktif

Model Non Direktif mempunyai struktur sebagai berikut:
Sintaks
  • Fase I : Menciptakan suasana yang dapat diterima.
  • Fase II : Individu/kelompok mengidentifikasikan dan mengajar tujuan-tujuan belajar mereka.
Prinsip Reaksi
  • Memahami dan tidak memutuskan apa yang harus dilakukan pebelajar.
  • Menjelaskan sikap pebelajar dengan merefleksikan kembali kepada mereka sehingga ia dapat memahami apa yang dilakukan berikutnya.
Sistem Sosial
Pembelajar memainkan peranan tak langsung. Pebelajar bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan belajar yang timbul dari proses interaksi, karenanya belajar sesuai istilah Rogers ialah "idiosyncratic" dimana pembelajar melakukan sesuatu apabila dibutuhkan pebelajar.
Sistem Pendukung
Pembelajar yang non-directive dan sumber intelektual tujuan yang open-ended. Adapun sasaran instructional effects dan nurturant effects yang dapat dicapai dengan menggunakan model ini ialah seperti terlihat pada diagram berikut ini:

Model Pengajaran Non Direktif

Semoga dapat bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon