Friday, December 12, 2014

Model Pembelajaran Sains Teknologi dan Masyarakat (Science Technology and Society)

Model Pembelajaran Sains Teknologi dan Masyarakat (Science Technology and Society) - Model pembelajaran Model Pembelajaran Sains Teknologi dan Masyarakat (Science Technology and Society) dikembangkan oleh Robert R. Yager dan kawan-kawannya pada tahun 1983 di University of Iowa, Iowa, USA. Dalam mengembangkan model tersebut mereka bekerja sama dengan banyak guru setiap tahunnya. Kerjasama ini bertujuan untuk membantu guru-guru dalam mengajar untuk mencapai lima tujuan pembelajaran sains, meliputi ranah (domain) konsep, proses, aplikasi, kreativitas, dan sikap.
  • Domain konsep, menitikberatkan pada muatan sainsnya, yang meliputi fakta-fakta, prinsip-prinsip, penjelasan-penjelasan, teori-teori, dan hukum-hukum.
  • Domain proses, memfokuskan pada bagaimana proses siswa memperoleh pengetahuan seperti yang dilakukan oleh para saintis. Domain ini meliputi proses-proses yang sering dikenal dengan istilah keterampilan proses IPA. Keterampilan proses tersebut meliputi: mengamati, mengklasifikasikan, mengukur, menginferensi, memprediksi, mengenali variabel, menginterpretasikan data, merumuskan hipotesis, mengkomunikasikan, memberi definisi operasional, dan melakukan eksperimen.
  • Domain aplikasi, menekankan pada penerapan konsep-konsep dan keterampilan-keterampilan dalam memecahkan masalah sehari-hari, misalnya menggunakan proses-proses ilmiah dalam memecahkan masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, memahami dan menilai laporan media massa mengenai pengembangan pengetahuan, pengambilan keputusan yang berhubungan kesehatan pribadi, gizi, dan gaya hidup yang didasarkan atas pengetahuan/konsep-konsep sains.
  • Domain kreativitas terdiri atas interaksi yang kompleks dari keterampilan-keterampilan dan proses-proses mental. Dalam konteks ini, kreativitas terdiri atas empat langkah yaitu, tantangan terhadap imajinasi (melihat adanya tantangan), inkubasi, kreasi fisik, dan evaluasi.
  • Domain sikap meliputi pengembangan sikap-sikap positif terhadap sains pada umumnya, kelas sains, program sains, kegunaan belajar sains, dan guru sains, serta sikap positif terhadap diri sendiri.

Tahap-Tahap Pembelajaran Sains Teknologi dan Masyarakat

Menurut R.E Yager sintaks pembelajaran Sains Teknologi dan Masyarakat ini terdiri atas empat langkah, yaitu: invitasi; eksplorasi; pengajuan penjelasan dan solusi; menentukan langkah. Untuk penjelasan tahap-tahap pembelajaran Sains Teknologi dan Masyarakat adalah sebagai berikut:
  • Tahap Invitasi, pada tahap ini guru merangsang siswa mengingat atau menampilkan kejadian-kejadian yang ditemui baik dari media cetak maupun elektronik yang berkitan dengan topik yang merupakan hasil observasi. Selanjutnya siswa merumuskan masalah yang akan dicari jawabannya dengan tetap mengaitkan kepada topik yang dibahas. Peran guru sangat diperlukan untuk menghaluskan rumusan masalah yang diajukan siswa dan mengacu pada sumber belajar, bisa berupa LKS yang telah ada atau menyiapkan LKS yang baru. Guru dan siswa mengidentifikasi bersama mengenai masalah atau pertanyaan atau jawaban sementara yang paling mungkin dilakukan dengan mempertimbangkan keadaan lingkungan dan alokasi waktu pembelajaran serta topik yang dipelajari.
    Model Pembelajaran Sains Teknologi dan Masyarakat (Science Technology and Society)
  • Tahap Eksplorasi, pada tahap ini kegiatan yang dilakukan siswa merupakan upaya untuk mencari jawaban atau menguji jawaban sementara yang telah dibuat dengan mencari data dari berbagai sumber belajar (buku, koran, majalah, lingkungan, nara sumber, instansi terkait, atau melakukan percobaan). Hasil yang diperoleh siswa hendaknya berupa suatu analisis dari data yang diperoleh. Kegiatan yang dilakukan siswa dapat mengacu kepada LKS yang telah ada untuk topik yang dielajari atau dapat juga mengembangkan sendiri berdasarkan LKS yang telah ada atau membuat LKS yang baru.
Kegiatan siswa dapat berlangsung di dalam kelas, halaman sekolah, atau di luar sekolah yang diperkirakan memungkinkan dilakukan oleh siswa. Kegiatan siswa pada tahap ini di antaranya dapat berupa urun pendapat, mencari informasi, bereksperimen, mengobservasi fenomena khusus, mendesain model, dan mendiskusikan pemecahan masalah.
  • Tahap Penjelasan dan Solusi, pada tahap ini siswa diajak untuk mengkomunikasikan gagasan yang diperoleh dari analisis informasi yang diperoleh, menyusun suatu model, memberikan penjelasan (baru), meninjau dan mendiskusikan solusi yang diperoleh, dan menentukan beberapa solusi.
Guru membimbing siswa untuk memadukan konsep yang dihasilkan dengan konsep yang dianut oleh para ahli sains. Peran guru hendaknya dapat menghaluskan atau meluruskan konsep siswa yang yang keliru.
  • Tahap Penentuan Tindakan, pada tahap ini siswa diajak untuk membuat suatu keputusan dengan mempertimbangkan penguasaan konsep sains dan keterampilan yang dimiliki untuk berbagai gagasan dengan lingkungan, atau dalam kedudukan sebagai pribadi atau sebagai anggota masyarakat.
Siswa juga diharapkan merumuskan pertanyaan lanjutan dengan ditemukannya suatu penjelasan terhadap fenomena alam (konsep sains), dan juga mengadakan pendekatan dengan berbagai unsur untuk meminimalkan dampak negatif suatu hal atau yang merupakan tindakan positif suatu masyarakat. Kegiatan siswa pada tahap ini di antaranya dapat berupa kegiatan pengambilan keputusan, penerapan pengetahuan dan keterampilan, membagi informasi dan gagasan, serta mengajukan pertanyaan baru.

Semoga dapat bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon