Wednesday, December 3, 2014

Model Pembelajaran Keterampilan Pemecahan Masalah

Model Pembelajaran Keterampilan Pemecahan Masalah - Dalam kehidupan bermasyarakat individu merupakan “aktor sosial” (social actor). Salah satu kemampuan yang dituntut untuk menjadi keputusan seorang aktor sosial yang baik adalah mengambil keputusan secara nalar atau well informed and reasoned decision making (Banks, 1978). Kemampuan tersebut akan tercermin melalui proses pembelajaran yang memungkinkan individu terlibat dalam berbagai bentuk kegiatan pemecahan masalah sosial baik secara individual maupun kolektif. Oleh karena itu perlu dikembangkan strategi pembelajaran yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah sosial.

Model Pembelajaran Keterampilan Pemecahan Masalah

Dengan strategi itu pembelajaran diskenariokan untuk melibatkan pebelajar dalam praktek pemecahan masalah sosial, khususnya yang berkenaan dengan berbagai aspek kebijakan publik secara kolektif. Sebagai contoh selanjutnya akan dipaparkan strategi pembelajaran keterampilan pemecahan masalah sosial yang terkait pada status, peran, dan tanggung jawab warga negara dalam konteks kebijakan publik. Contoh ini dipilih karena masalah kebijakan publik merupakan isu sosial yang bersifat generik yang dapat didekati secara interdisipliner. Oleh karena itu kerangka konseptual model ini dapat digunakan dalam pembelajaran untuk berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial seperti geografi sosial, sejarah, hukum, administrasi negara, politik, ekonomi, antropologi, sosiologi, dan kriminologi.

Pembelajaran dalam pendidikan kewarganegaraan merupakan salah satu wahana pendidikan demokrasi. Dalam konteks wacana internasional di Indonesia pembelajaran itu masih termasuk ke dalam paradigma knowing democracy yakni pembelajaran yang menitikberatkan pada penguasaan pengetahuan demokrasi. Sementara itu di negara lain seperti USA, New Zealand, UK sudah berada pada paradigma building democracy yakni building pembelajaran yang menitik beratkan pada penyiapan warga negara agar komit terhadap penerapan dan pengembangan demokrasi. Untuk mencapai paradigma yang kedua itu perlu melalui paradigma doing democracy. Untuk itu maka pembelajaran dalam pendidikan kewarganegaraan di Indonesia perlu difasilitasi agar berkembang dari paradigma knowing democracy ke doing democracy yakni pembelajaran yang menitik beratkan pada praktek berdemokrasi.

Model Projek Belajar Kewarganegaraan ”Kami Bangsa Indonesia (PKKBI)” dalam 5 tahun terakhir sudah mulai dirintis pengembangannya di sekolah dasar dan menengah di Indonesia, secara paradigmatik diadaptasi dari model “We the People….Project Citizen” yang dikembangkan oleh Center for Civic Education (CCE), dan dalam 15 tahun terakhir ini telah diadaptasi di sekirar 50 negara di dunia, termasuk Indonesia. Model ini bersifat generik, yang secara instrumental-pedagogis dapat dimuati konten/materi yang relevan di masing-masing negara. Sebagai model dipilih topik generik “Public Policy” (Kebijakan Publik), yang memang berlaku di negara manapun. Misi dari model ini adalah mendidik para siswa agar mampu menganalisis berbagai dimensi kebijakan publik dalam konteks proses sebagai fokus demokrasi, dan dengan kapasitasnya sebagai “young citizen” atau warganegara muda mencoba memberi masukan terhadap kebijakan publik di lingkungannya. Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya kualitas warganegara yang “cerdas, kreatif, partisipatif, prospektif, dan bertanggung jawab”. Melalui model tersebut para pebelajar akan memperoleh pengalaman bagaimana mengajarkan demokrasi atas dasar pemahaman yang mendalam tentang apa, mengapa, dan bagaimana demokrasi.

Sekian, semoga dapat bermanfaat

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon