Model Operant conditioning (Operant Conditioning Model) - Yang terakhir dari pembagian rumpun model pembelajaran menurut Marsha Weil dan Bruce Joyce adalah Model-model Modifikasi Tingkah Laku. Dalam Model-model Modifikasi Tingkah Laku ini penekanannya adalah atas usaha-usaha menciptakan sistem yang efisien bagi kegiatan kegiatan belajar dan modifikasi (shaping) tingkah laku dengan manipulasi penguatan (reinforcement).

Ke dalam keluarga model ini diwakili oleh model operant conditioning (Operant Conditioning Model). Model ini biasanya dipergunakan secara luas untuk mencapai bermacam tujuan. Dapat pula dipergunakan sebagai komplementer terhadap model-model lainnya. Dalam memilih berbagai model biasanya guru menggunakan strategi modifikasi tingkah laku dengan tidak disengaja. Berikut uraian mengenai model operant conditioning.

Model Operant conditioning (Operant Conditioning Model)

Pengetahuan tentang operant conditioning ini berasal dari ilmuwan B.F. Skinner dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa melalui hubungan antara tindakan dengan konsekuensinya, kita belajar berperilaku dengan cara-cara tertentu. Model ini merupakan proses pembelajaran melalui rewards dan punishment, atau disebut juga instrumental conditioning, yakni perilaku kita biasanya menghasilkan konsekuensi. Jika aktivitas yang kita lakukan berdampak menyenangkan (positif), maka di masa yang akan datang kita cenderung untuk mengulanginya, sebaliknya jika aktivitas kita berdampak negatif, dimasa yg akan datang kita cenderung untuk tidak mengulanginya. Gejala ini disebut sebagai the law of effect yang sangat fundamental bagi operant conditioning.

Gambaran Model Operant conditioning

Sintaks
  • Fase I : Perhatian (attention)
  • Fase II : Penguasaan (retention)
  • Fase III : Penciptaan kembali perilaku (behavioral reproduction)
  • Fase IV : Motivasi (motivation)
Prinsip Reaksi
  1. Pembelajar memberi model sebagai petunjuk kepada pebelajar bagaimana aktivitas yang efektif
  2. Pebelajar melakukan aktivitas berdasarkan model (meniru) yang diberikan
  3. Pembelajar memberi motivasi dan penghargaan
Sistem Sosial
  • Punishment merupakan penetapan konsekuensi negatif atas perilaku yang tidak diinginkan. 
  • Punishment ditetapkan agar perilaku negatif tersebut tidak dilakukan.
  • Extinction merupakan satu proses penghilangan perilaku yang semula diharapkan untuk dilakukan. Extinction dilakukan dengan cara tidak lagi memberikan  konsekuensi  positif  atas  perilaku  yang  semula  diinginkan tersebut atau dengan cara menghentikan konsekuensi positif atas perilaku yang ingin dihilangkan.
Sistem Pendukung
Sistem pendukungnya terutama terletak pada kompetensi pembelajar mengenal karakteristik pebelajar, khususnya kondisi mental dan kejiwaan pebelajar. Penggunaan model operant conditioning ini diarahkan untuk mencapai direct dan indirect effects seperti terlihat pada diagram:

Model Operant conditioning (Operant Conditioning Model)

Semoga dapat bermanfaat.
loading...

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.