Sunday, November 16, 2014

Model Developmental (Developmentl Model)

Model Developmental (Developmentl Model) - Jenis-jenis model yang lain yang termasuk ke dalam rumpun/keluarga model pengolahan informasi adalah model developmental. Dan pada kesempatan kali ini blog Pembelajaran akan share tentang model tersebut. Jean Piaget, Irving Sigel, dan Edmund Sulivan sebagai tokoh-tokoh dari Model Developmental ini bertolak dari asumsi-asumsi psikologi. Mereka sependapat bahwa perkembangan intelek (intellectual development) mengalami tangga fase-fase tertentu yang ditandai pula oleh unsur perkembangan. Dasar perkembangan berpikir itu adalah melalui proses asimilasi dan akornodasi dengan karakteristik sebagai berikut:
  • Tingkat sensori - motor (0 - 2 tahun)
  • Tingkat pra-operasional (2 - 7 tahun). Pada tingkat ini dibagi menjadi 2 tingkatan, yaitu a) berpikir pra-konseptual (2 - 4 tahun); dan b) berpikir intuitif (4 - 7 tahun)
  • Tingkat operasional (7 - 16 tahun). Pada tingkat ini dibagi menjadi 2 tingkatan, yaitu a) berpikir konkret operasional (7 - 11 tahun); dan b) berpikir formal operasional (11 - 16 tahun)

Penggunaan Model Developmental

Penggunaan Model Developmental ditunjukkan kepada perkembangan berpikir dan didasarkan pada tingkat perkembangan secara luas. Model Developmental dapat pula dipergunakan untuk perkembangan sosial, dan perkembangan moral (Kohlberg).

Penggunaan model tersebut dalam kelas melalui dua fase. Fase pertama disajikan suatu situasi dimana pebelajar dikomfrontasikan dengan pemikiran-pemikirannya yang tak logis. Pilihan konfrontasi situasi itu dapat berupa  verbal/non verbal  atau manipulasi-manipulasi keadaan sekitar. Pada fase kedua siswa dibimbing melakukan pelacakan untuk mernecahkan/mengatasi jarak-jarak yang terjadi dalam pemikiran. Struktur Model Developmental ini dapat kita lukiskan sebagai berikut:
Sintaks
  • Fase I - Penyajian situasi yang bersifat konfrontasi dan dikaitkan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan pebelajar.
  • Fase II - Membimbing pelacakan masalah oleh pebelajar.
Prinsip Reaksi
Prinsip reaksi pembelajar ialah:
  • Menciptakan suasana phisis yang kaya dan suasana sosial yang bebas
  • Memilih kegiatan-kegiatan belajar yang sesuai dengan tingkat perkembangan mental pebelajar.
Sistem Sosial
Pembelajar berperan sebagai inisiator dalam proses pelacakan (inquiry). Di sarnping itu struktur pemikiran dimulai dari struktur yang rendah kepada struktur yang tinggi. Dalam memainkan peranan, pembelajar perlu mengambil inisiatif sehingga terjadi suasana intelektual dan sosial yang bebas dan terbuka.
Sistem Pendukung
Kekayaan sumber dan bahan merupakan pendukung bagi pelaksanaan model secara optimal. Di samping itu terciptanya suasana kebebasan sosial bagi pemecahan masalah-masalah yang dikonfrontasikan. Dilihat dari instructional effects dan nurturant effects yang dapat dicapai oleh strategi/model ini adalah seperti pada diagram berikut ini:

Model Developmental (Developmentl Model)

Sekian semoga dapat bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon