Saturday, November 1, 2014

Pengertian dan Komponen Model Pembelajaran

Pengertian dan Komponen Model Pembelajaran - Istilah “model” diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan. Pada pembelajaran istilah model diartikan sebagai kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Model berfungsi sebagai pedoman bagi pembelajar dalam merencanankan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran.

Model dapat diartikan sebagai suatu pola yang digunakan dalam menyusun kurikulum, merancang dan menyampaikan materi, mengorganisasikan pebelajar, dan memilih media dan metode dalam suatu kondisi pembelajaran. Model menggambarkan tingkat terluas dari praktek pembelajaran dan berisikan orientasi filosofi pembelajaran, yang digunakan untuk menyeleksi dan menyusun strategi pengajaran, metode, keterampilan, dan aktivitas pebelajar untuk memberikan tekanan pada salah satu bagian pembelajaran (topik konten).

Komponen Model Pembelajaran

Berbicara lebih jauh tentang model pembelajaran ini, Marsha Weil dan Bruce Joyce (1986) mengemukakan beberapa key ideas yang perlu kita pahami sebagai komponen suatu model pembelajaran:
  • Sintaks (Syntax) dari pada model, yaitu langkah-langkah, fase-fase, atau urutan kegiatan pembelajaran. Jadi sintaks itu adalah deskripsi model dalam action. Setiap model mempunyai sintaks atau struktur model yang berbeda-beda.
Sebagai contoh dapat kita bandingkan sintaks 2 (dua) model yang berbeda sebagai berikut:
 
Tabel Model Sintaks
Tabel. Model Sintaks
Dengan perbandingan fase-fase kegiatan dari pada model-model tersebut maka dapat diidentifikasi perbedaan-perbedaan operasional di antara berbagai model sehingga jelas pula peranan apa yang harus dilakukan pembelajar agar model dapat berfungsi.
  • Prinsip Reaksi (Principle of Reaction) yaitu reaksi pembelajar atas aktivitas-aktivitas pebelajar. Dalam contoh model B di atas mungkin selama fase II (dua) pembelajar memberi contoh cara menyusun konsep, dan memberanikan pebelajar membandingkan konsep-konsep mereka. Tetapi dalam beberapa model mungkin pembelajar terlibat langsung bersama pebelajar menyeleksi konsep-konsep itu serta membantu mereka dalam kegiatan-kegiatannya. Jadi prinsip reaksi itu akan membantu memilih reaksi-reaksi apa yang efektif dilakukan pebelajar.
  • Sistem Sosial (social system). Sistem sosial ini mencakup, 3 (tiga) pengertian utama yaitu:
  1. deskripsi rnacam-macam peranan pembelajar dan pebelajar
  2. deskripsi hubungan hirarkis/ otoritas pembelajar dan pebelajar,
  3. deskripsi macam-macam kaidah untuk mendorong pebelajar.
Sistem sosial sebagai unsur model agaknya kurang berstruktur dibandingkan dengan unsur sintaks.
  • Sistem Pendukung (Support System). Sistem pendukung ini sesungguhnya merupakan kondisi yang dibutuhkan oleh suatu model. Jadi, bukanlah model itu sendiri. Sistem pendukungnya bertolak dari pertanyaan-pertanyaan dukungan apa yang dibutuhkan oleh suatu model agar tercipta lingkungan khusus. Dalam hubungan ini, sistem pendukung itu berupa kemampuan/keterampilan dan fasilitas-fasilitas teknis. Sistem pendukung diturunkan dari dua sumber yaitu kekhususan-kekhususan peranan pembelajar dan tuntutan pebelajar.

Sekian, semoga dapat bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon