Friday, November 21, 2014

Model Pengajaran Jurisprudensial (Jurisprudential Teaching Model)

Model Pengajaran Jurisprudensial (Jurisprudential Teaching Model) - Sebagaimana pada postingan Rumpun Model Pembelajaran menurut Marsha Weil dan Bruce Joyce terdapat empat pembagian dalam model pembelajaran. Dan salah satu dari empat itu adalah model-model interaksi social. Model interaksi sosial ini penekanannya adalah pada hubungan individu dengan masyarakatnya atau antara individu dengan individu lainnya.

Dalam model interaksi social ini terdapat beberapa rumpun model pembelajaran. Salah satunya adalah model Jurisprudent (jurisprudential model). Maka pada kesempatan kali ini, blog pembelajaran akan share mengenai Model Pengajaran Jurisprudensial. Uraiannya sebagai berikut.

Asumsi Model Pengajaran Jurisprudensial

Model Pengajaran Jurisprudensial ini terutama dikaitkan dengan ilmu-ilmu sosial. Donal Oliver dan James Shaver sebagai tokoh-tokoh daripada model ini bertolak dari asumsi bahwa dignitas manusia dalam masyarakat harus mendapat tempat. Masyarakat yang terdiri dari bermacam kelompok dapat berada dalam situasi yang bertentangan. Pertentangan-pertentangan itu dapat dipecahkan atas dasar-dasar nilai-nilai umum yang berlaku. Pelaksanaan model ini bertolak dari isu-isu sosial yang dipilih, dan yang dibicarakan dalam suatu pembicaraan bebas.

Prinsip Model Jurisprudensial

  1. Mengabstraksikan nilai-nilai umum dari situasi-situasi nyata. Jadi pebelajar mencoba melihat dan meletakkan masalah/situasi-situasi konkrit kedalam kerangka etik yang berlaku umum.
  2. Penggunaan konsep-konsep nilai umum. Ini berarti pebelajar melihat kemungkinan dari konsep nilai yang dapat dipergunakan.
  3. Identifikasi pertentangan/perbedaan antara nilai. Dengan kata lain menentukan lebih dari satu nilai yang dapat diabstraksi pada suatu situasi.
  4. Identifikasi kelompok nilai dari situasi-situasi yang bertentangan. Dalam hal ini pebelajar belajar mengidentifikasikan masalah-masalah nyata daripada melihat persamaan dan perbedaannya, serta mengembangkan kosep daripada situasi yang kontro-versial.
  5. Mengembangkan analogi bagi masalah-masalah. Dalam hal ini pebelajar melihat konsistensi dan ketidak konsistensiannya. Misalnya bila kita mengidentifikasi 5 (lima) situasi yang berkaitan dengan nilai yang sama, maka kita akan menentukan posisi kita atas nilai yang konsisten dengan membuat analogi-analogi dan membandingkannya dengan nilai tiap situasi itu.
  6. Melangkah kepada posisi umum yang qualified. Dalam hal ini pebelajar akan mengambil keputusan atas dua nilai yang bertentangan. Keputusan tersebut menuju kepada hal yang dapat diterima secara umum dalam masyarakat.
  7. Menguji keputusan-keputusan nilai yang telah diambil. Dalam hal ini pebelajar menguji sejauh mana efektifnya asumsi-asumsi atau keputusan yang telah diambil itu.
  8. Menguji relevansinya keputusan itu untuk situasi khusus. Di sini pebelajar menguji untuk situasi sosial mana saja keputusan nilai yang telah diambil dapat berlaku.
Hakekat daripada model pembelajaran ini adalah mengembangkan kegiatan- kegiatan intelektual lewat dialog menurut prinsip di atas.

Gambaran Model Jurisprudensial

Gambaran model Jurisprudensial ini adalah sebagai berikut:
Sintaks
  • Fase I - Identifikasi isu-isu sosial. Pembelajar menyajikan beberapa isu-isu sosial yang bersumber baik pada bahan pelajaran atau situasi sosial yang ada dalam masyarakat.
  • Fase II - Dialog menurut langkah-langkah kegiatan intelektual yang telah dikemukakan tadi. Pembelajar membimbing dan memimpin diskusi.
Prinsip Reaksi
  • Pembelajar menjamin suasana intelektual dimana semua pendapat dihargai
  • Mengarahkan debat kepada potensi-potensi yang benar
Sistem Sosial
Pembelajar sebagai moderator mengambil inisiatif dan mengontrol diskusi dalam suasana keterbukaan intelektual.
Pendukung Pendukung
  • Sumber-sumber dokumen yang dapat difokuskan kepada situasi atau masalah sosial yang dibahas
  • Sumber-sumber lain yang dapat dielaborasi atas posisi-posisi nilai/etik yang berkaitan dengan isu-isu khusus.
Penggunaan model Juresprudensial diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan instructional effects dan nurturant effects seperti terlihat pada diagram berikut ini:

Model Pengajaran Jurisprudensial (Jurisprudential Teaching Model)

Semoga dapat bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon