Saturday, November 22, 2014

Model Kerja Kelompok (Group Investigation)

Model Kerja Kelompok (Group Investigation) - Salah satu contoh model lagi yang termasuk ke dalam rumpun model interaksi sosial adalah Model Kerja Kelompok (Group Investigation). Model Kerja Kelompok (Group Investigation) ini bertujuan meningkatkan kemampuan individu untuk berpartisipasi dalam proses demokratis dan proses pelacakan (inquiry) pengetahuan. Thelen dan Dewey sebagai tokoh-tokoh utama model tersebut bertolak dari postulat mengenai pandangan terhadap manusia.

Salah satu postulat itu ialah bahwa manusia terbina oleh kaidah-kaidah sosialnya. Saling menghargai dan kebebasan merupakan unsur penting dalam proses demokrasi.

Penggunaan model dalam kelas dimulai dengan memperhadapkan pebelajar kepada masalah-masalah, terutama yang berasal dari pengalaman. Bila pebelajar menyatakan pendapat-pendapatnya tentang masalah itu, maka pembelajar dalam hal ini menggarisbawahi perbedaan-perbedaan tersebut. Bila pebelajar mempunyai perhatian atas perbedaan pendapat itu, lalu pembelajar membawa mereka kepada perumusan  masalah. Setelah merumuskan masalah, peranan dan organisasinya, maka mereka belajar mandiri dan belajar kelompok. Kemudian melaporkan hasil- hasilnya.

Struktur Model Group Investigation

Dari gambaran tersebut dapat kita kemukakan struktur model Group Investigation itu sebagai berikut:
Sintaks
  • Fase I - Menemukan suatu situasi yang sulit, baik direncanakan atau tidak.
  • Fase II - Menjajaki reaksi-reaksi pebelajar terhadap situasi itu.
  • Fase II - Merumuskan tugas-tugas studi dan organisasi studi (batasan masalah, peranan, petunjuk, dan sebagainya)
  • Fase IV - Studi kelompok dan studi mandiri
  • Fase V - Analisis kemajuan dan analisis proses
  • Fase VI - Recycling of activity
Prinsip Reaksi
Pembelajar membantu dan memberikan kemudahan-kemudahan kepada pebelajar  (membantu pebelajar merumuskan perencanaan, pengelolaan kelompok dan sebagainya). Melakukan fungsi-fungsi sebagai tenaga akademik dan konselor.
Sistem Sosial
Proses demokratis dalam mengambil keputusan-keputusan. Suasana berpikir dan musyawarah. Memainkan peranan sebagai fasilitator.
Sistem Pendukung
Lingkungan yang dapat direspon bagi berbagai tuntutan kebutuhan pebelajar. Pembelajar dan pebelajar harus dapat menghimpun apa yang mereka butuhkan bila mereka membutuhkannya. Dengan mempergunakan model group investigation itu, maka tujuan instructional effects dan nurturant effect yang dapat dicapai ialah seperti yang terlihat pada diagram berikut:

Model Kerja Kelompok (Group Investigation)

Semoga dapat bermanfaat...

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon