Sunday, September 28, 2014

Prosedur Umum Model Pembelajaran Kooperatif

Prosedur Umum Pembelajaran Kooperatif - Setelah pembaca yang budiman telah memahami tentang karakteristik model pembelajaran kooperatif yang telah situs Dunia Pembelajaran postingkan pada postingan sebelumnya atau pembaca bisa baca postingan "Unsur dan Karakteristik Model Pembelajaran Kooperatif". Maka, situs Dunia Pembelajaran pada kesempatan kali ini akan menguraikan mengenai prosedur umum model pembelajaran kooperatif.

Baca juga: Landasan Teoritik Model Pembelajaran Kooperatif

Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif

Pada dasarnya, kegiatan pembelajaran Model Pembelajaran Kooperatif dipilah menjadi empat langkah, yaitu;
  • orientasi,
  • bekerja kelompok,
  • kuis, dan
  • pemberian penghargaan.
Setiap langkah dapat dikembangkan lebih lanjut oleh para pembelajar dengan berpegang pada hakekat setiap langkah sebagai berikut:
Orientasi
Sebagaimana halnya dalam setiap pembelajaran, kegiatan diawali dengan orientasi untuk memi dan menyepakati bersama tentang apa yang akan dipelajari serta bagaimana strategi pembelajarannya. Pembelajar mengkomunikasikan tujuan, materi, waktu, langkah-langkah serta hasil akhir yang diharapkan dikuasai oleh pebelajar, serta sistem penilaiannya. Pada langkah ini pebelajar diberi kesempatan untuk mengungkapkan pendapatnya tentang apa saja, termasuk cara kerja dan hasil akhir yang diharapkan atau sistem penilaiannya. Negosiasi dapat terjadi antara pembelajar dan pebelajar, dan pada akhir orientasi diharapkan sudah terjadi kesepakatan bersama.
Kerja kelompok
Pada tahap ini pebelajar melakukan kerja kelompok sebagai inti kegiatan pembelajaran. Kerja kelompok dapat dalam bentuk kegiatan memecahkan masalah, atau memi dan menerapkan suatu konsep yang dipelajari. Kerja kelompok dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti berdiskusi, melakukan ekslporasi, observasi, percobaan, browsing lewat internet, dan sebagainya. Waktu untuk bekerja kelompok disesuaikan dengan luas dan dalamnya materi yang harus dikerjakan. Kegiatan yang memerlukan waktu lama dapat dilakukan di luar jam pelajaran, sedangkan kegiatan yang memerlukan sedikit waktu dapat dilakukan pada jam pelajaran.
Prosedur Umum Model Pembelajaran Kooperatif

Agar kegiatan kelompok terarah, perlu diberikan panduan singkat sebagai pedoman kegiatan. Sebaiknya panduan ini disiapkan oleh pembelajar. Panduan harus memuat tujuan, materi, waktu, cara kerja kelompok  dan tanggung jawab masing-masing anggota kelompok, serta hasil akhir yang diharapkan dapat dicapai. Misalnya, pebelajar diharapkan dapat mengembangkan media tepat guna dalam pembelajaran. Untuk itu, pebelajar secara bersama-sama perlu berdiskusi, melakukan analisis terhadap komponen-komponen pembelajaran seperti;
  • kompetensi apa yang diharapkan dicapai,
  • materi apa yang dipelajari,
  • strategi pembelajaran yang digunakan,
  • serta bentuk evaluasinya.



Si pebelajar juga melakukan eksplorasi untuk mengembangkan media tepat guna. Eksplorasi dapat dilakukan secara individual atau kelompok sesuai kesepakatan. Hasil eksplorasi dibahas dalam kelompok untuk menghasilkan media-media pembelajaran tepat guna yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajar berperan sebagai fasilitator dan dinamisator bagi masing-masing kelompok, dengan cara melakukan pemantauan terhadap kegiatan belajar pebelajar, mengarahkan ketrampilan kerjasama, dan memberikan bantuan pada saat diperlukan.
Tes/Kuis
Pada akhir kegiatan kelompok diharapkan semua pebelajar telah mampu memi konsep/topik/masalah yang sudah dikaji bersama. Kemudian masing-masing pebelajar menjawab tes atau kuis untuk mengetahui peman mereka terhadap konsep/topik/masalah yang dikaji. Penilaian individu ini mencakup penguasaan ranah kognitif, afektif dan keterampilan. Misalnya, bagaimana melakukan analisis pembelajaran? Mengapa perlu melakukan analisis pembelajaran sebelum mengembangkan media? pebelajar dapat juga diminta membuat prototype media tepat guna yang memiliki tingkat interaktif tinggi dalam pembelajaran, dsb.
Penghargaan kelompok
Langkah ini dimaksudkan untuk memberikan penghargaan kepada kelompok yang berhasil memperoleh kenaikan skor dalam tes individu. Kenaikan skor dihitung dari selisih antara skor dasar dengan skor tes individual. Menghitung skor yang didapat masing-masing kelompok dengan cara menjumlahkan skor yang didapat pebelajar di dalam kelompok tersebut kemudian dihitung rata-ratanya.
Penilaian
Penilain dalam pembelajaran kooperatif, didasarkan atas skor individu dan skor kelompok. Untuk mengukur kompetensi setiap pebelajar, tetap dilakukan evaluasi individu berupa kuis di setiap akhir kerja kelompok, tepatnya setelah pebelajar belajar dalam tim dan menuntaskan materi pelajaran melalui lembar kegiatan pebelajar (LKS). Sesegera mungkin setelah kuis, nilai setiap pebelajar dikeluarkan untuk penghitungan skor peningkatan individual yang merupakan acuan skor kelompok.

Demikianlah ulasan mengenai prosedur umum model pembelajaran kooperatif, mudah-mudahan bisa menambah wawasan dan semoga dapat bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon