Tuesday, October 21, 2014

Media Pembelajaran Kontruktivisme

Media Pembelajaran Kontruktivisme - Pada postingan kali ini situs Dunia Pembelajaran masih akan share mengenai pembelajaran konstruktivisme yakni dengan judul: media pembelajaran konstruktivisme. Bahwa sudah menjadi maklum berbagai bentuk media perlu dimanfaatkan untuk mengakomodasi perbedaan karakteristik pebelajar, yang lebih kuat dalam visual, auditif, atau kinestetik. Kemudian media apa sajakah yang bisa digunakan dalam pembelajaran berbasis konstruktivisme ini? Di bawah ini uraian singkatnya:

Baca juga: Metode Pembelajaran Kontruktivisme


Media Pembelajaran Konstruktivisme

Adapun media-media yang dapat digunakan atau diaplikasikan dalam pembelajaran dengan pendekatan konstruktivisme adalah sebagai berikut:
Media Pembelajaran Kontruktivisme
  • Modul
Bahan ajar yang baik akan menyediakan petunjuk bagi pebelajar tentang bagaimana cara belajar. Isinya memberitahukan tentang cara-cara menggunakan bahan ajar itu secara tepat. Pasal-pasalnya antara lain memuat informasi tentang:
(1) Bagaimana belajar, mempertahankan sikap positif. (2) Konsep dan prinsip, memi sebelum menggunakan. (3) Jadwal belajar, setiap hari dua jam untuk satu jam tatap muka di kelas. (4) Memanfaatkan fitur-fitur (features) yang ada dalam bahan ajar. (5) Pentingnya pemecahan masalah, suatu bukti peman seseorang. (6) Strategi pemecahan masalah. (7) Eksperimen di laboratorium atau di rumah, untuk setiap konsep penting. (8) Himbauan untuk menyenangi pelajaran karena fenomenanya yang indah, di samping kegunaannya yang begitu banyak dalam kehidupan.


  • Media Presentese (Power Point/flash)
Media pembelajaran berbasis komputer ini dapat digunakan secara intensif dalam model pembelajaran yang berdasarkan konstruktivisme. Berbagai peristiwa penting dapat ditunjukkan dalam bentuk animasi; konsep-konsep yang mempunyai abstraksi tinggi dapat dijembatani secara optimal. Soal-soal yang berkaitan dengan animasi disertakan dalam program ini sehingga sifatnya interaktif. Pertama-tama animasi dibuat oleh pembelajar; selanjutnya pebelajar tertentu dilibatkan untuk berpartisipasi. Keuntungan ganda akan diperoleh dimana pebelajar terlibat secara aktif dan pembelajar terbantu dalam menyiapkan media.
  • Overhead transparency
Jika mendapatkan kesulitan dengan komputer, tampilan-tampilan program power point itu dapat dicetak pada kertas ukuran A4 atau langsung ke tranparency untuk digunakan dalam penayangan menggunakan overhead projector. Soffware Lab. Virtual. Saat ini di internet banyak ditawarkan program-program laboratorium virtual yang bersifat interaktif, beberapa di antaranya dapat didownload secara gratis. pebelajar dapat dengan leluasa melakukan pengamatan-pengamatan secara cermat, menuju pembentukan konsep secara diskoveri. Memori lab. virtual ada  yang  cukup  kecil  sehingga  dapat  direkam  dalam  floppy  disc;  ini  sangat membantu pebelajar.
  • Mailing list
Mailing list adalah alat komunikasi canggih berbasis internet, yang dapat mengatasi kendala ruang dan waktu. Mailiing list dapat dibuat dengan mudah oleh semua orang secara gratis, misalnya dalam website www.yahoo.com. Semua materi kuliah yang telah direkam dalam program power point dapat disebarluaskan kepada seluruh pebelajar dengan media mailing list ini. Sekali suatu informasi dikirimkan, seluruh anggota dapat menerima dan membacanya. Materi kuliah, animasi, contoh-contoh simulasi, tugas-tugas, temuan-temuan penting anggota, dan informasi lain semua dapat disampaikan melalui media ini. Pebelajar dapat mengakses informasi kapan saja dan di mana saja. Pembelajar yang sedang bertugas di luar kota dapat memanfaatkan media ini untuk memberikan tugas-tugas dari jarak jauh.
  • Homepage dan sistemt e-learning
Jika kemampuan universitas telah memungkinkan untuk memiliki homepage sendiri yang mengudara sepanjang waktu dan memiliki program coursewa'e (untuk menyampaikan materi dan manajemen perkuliahan dari jarak jauh), pembelajaran fisika dapat dikombinasi dengan sistem e-learning. Mailing list merupakan bagian kecil dari sistern e-learning itu.
  • SMS (short message system)
Seringkali pembelajar perlu berkoordinasi dengan pebelajar tentang adanya informasi yang baru dikirim lewat mailing list. Untuk itu pembelajar dapat memanfaatkan teknalogi SMS (short message system). -- melalui handphone, untuk berkomunikasi dengan ketua kelas atau ketua-ketua kelompok.

Demikianlah uraian tentang media pembelajaran konstruktivisme. Semoga dapat bermanfaat dan bisa menambah wawasan teman-teman Dunia Pembelajaran yang budiman.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon