Saturday, September 27, 2014

Aspek-aspek Pembelajaran Kooperatif

Aspek-aspek Pembelajaran Kooperatif - Pada postingan sebelumnya, situs Dunia Pembelajaran telah share mengenai beberapa kelemahan dari model pembelajaran kooperatif. Baik kelemahan yang disebabkan factor dari luar maupun dari dalam sampai pada pitfalls (lubang-lubang perangkap) terkait dengan pembelajaran kooperatif. Maka pada postingan kali ini, situs Dunia Pembelajaran akan share apa saja aspek-aspek pembelajaran kooperatif. Pembaca sudah tahu? Kalau belum, simak uraiannya sebagai berikut.




Aspek Pembelajaran Kooperatif

Miftahul (2011) memaparkan beberapa aspek pembelajaran kooperatif sebagai berikut:
Aspek-aspek Pembelajaran Kooperatif
Aspek-aspek Pembelajaran Kooperatif
  • Tujuan
Semua siswa ditempatkan dalam kelompok-kelompok kecil (sering kali yang beragam / ability grouping / heterogenous group) dan diminta untuk 1) mempelajari materi tertentu dan 2) saling memastikan semua anggota kelompok juga mempelajari materi tersebut.
  • Level kooperatif
Kerja sama dapat diterapkan dalam kelas (dengan cara memastikan bahwa semua siswa di ruang kelas benar-benar mempelajari materi yang ditugaskan) dan level sekolah (dengan cara memastikan bahwa semua siswa di sekolah benar-benar mengalami kemajuan secara akademik).
  • Pola interaksi
Setiap siswa saling mendorong kesuksesan antarsatu sama lain. Siswa mempelajari materi pembelajaran bersama siswa lain, saling menjelaskan cara menyelesaikan tugas pembelajaran, saling menyimak penjelasan masing- masing, saling mendorong untuk bekerja keras, dan saling memberikan bantuan akademik jika ada yang membutuhkan. Pola interaksi ini muncul di dalam dan di antara kelompok-kelompok kooperatif.
  • Evaluasi
Sistem evaluasi didasarkan pada kriteria tertentu. Penekanannya biasanya terletak pada pembelajaran dan kemajuan akademik setiap siswa, bisa pula difokuskan pada setiap kelompok, semua siswa, ataupun sekolah.
Koes (Isjoni, 2009: 20) menyebutkan bahwa belajar kooperatif didasarkan pada hubungan antara motivasi, hubungan inter personal, strategi pencapaian khusus, suatu ketegangan dalam individu memotivasi gerakan ke arah npencapaian hasil yang diinginkan. Nurhadi (Isjoni, 2009) mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif memuat elemen-elemen yang saling terkait di dalamnya, diantaranya adalah saling ketergantungan positif, interaksi tatap muka, akuntabilitas individual, keterampilan untuk menjalin hubungan antar pribadi atau keterampilan sosial yang sengaja diajarkan. Keempat elemen tersebut tidak bisa dipisahkan dalam pembelajaran kooperatif karena sangat mempengaruhi kesuksesan dari pembelajaran koperatif sendiri.

Effandi Zakaria (Isjoni, 2009: 21) berpendapat bahwa pembelajaran kooperatif dirancang bagi tujuan untuk melibatkan pelajar secara aktif dalam proses pembelajaran melanjutkan perbincangan dengan teman-teman dalam kelompok kecil. Ia memerlukan siswa bertukar pendapat, memberi tanya jawab serta mewujudkan serta membina proses penyelesaian kepada suatu masalah. Kajian eksperimental dan diskriptif yang dijalankan mendukung pendapat yang mengatakan pembelajaran kooperatif dapat memberikan hasil yang positif kepada siswa.

Demikianlah uraian mengenai aspek-aspek pembelajaran kooperatif. Semoga dapat bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon