Friday, September 5, 2014

Landasan Teoritik Model Pembelajaran Kooperatif

Landasan Teoritik Model Pembelajaran Kooperatif - Pada postingan kali ini, situs Dunia Pembelajaran akan share mengenai landasan teoritik terbentuknya model pembelajaran kooperatif. Sebagai jenis model pembelajaran yang sering diaplikasikan oleh pendidik dalam proses kegiatan belajar mengajar, pembelajaran kooperatif ini sangat familiar dalam dunia pendidikan. Karena dalam pebelajaran ini terdapat berbagai macam model pembelajaran. Kenal dengan model pembelajaran jigsaw? [Baca: Disini dan untuk Langkah-langkahnya: Disini] Model pembelajaran jigsaw ini merupakan salah satu macam dari model pembelajaran kooperatif dan masih banyak lagi. Berbicara tentang landasan teoritik dalam pembelajaran, maka otomatis yang dimaksud adalah teori belajar. Karena dari teori belajar inilah muncul suatu model, pendekatan, strategi maupun metode. Teori belajar pada dasarnya merupakan penjelasan mengenai bagaimana terjadinya belajar atau bagaimana suatu informasi diproses dalam pikiran siswa.

Dalam redaksinya Trianto (2009: 26), teori belajar yang melandasi pembelajaran kooperatif adalah teori Konstruktivisme dan teori belajar sosial Vygotsky.

Baca juga: Teori Belajar Sosial Vygotsky


Teori Belajar Konstruktivisme

Konstruktivisme adalah satu pandangan bahwa siswa membina sendiri pengetahuan atau konsep secara aktif berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang ada. Dalam proses ini, siswa akan menyesuaikan pengetahuan yang diterima dengan pengetahuan yang ada untuk membina pengetahuan baru (Isjoni, 2010: 30). Menurut Briner (Isjoni, 2010: 31) menyebutkan bahwa pembelajaran secara konstruktivisme berlaku dimana siswa membina pengetahuan dengan menguji ide berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang ada, kemudian mengimplikasikannya pada situasi baru untuk memperoleh pengetahuan baru.
Landasan Teoritik Model Pembelajaran Kooperatif
Selanjutnya Nur (Trianto, 2009: 28) Satu prinsip yang paling penting menurut teori ini adalah bahwa guru tidak hanya sekadar memberikan pengetahuan kepada siswa. Siswa harus membangun sendiri pengetahuan di dalam benaknya. Guru dapat memberikan kemudahan dalam proses ini, dengan memberi kesempatan siswa untuk menemukan atau menerapkan ide-ide mereka sendiri dan mengajarkan pada siswa menjadi sadar menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar.

Baca juga: Pendekatan Konstruktivisme Dalam Pembelajaran

Oleh karena itu, dapatlah dirumuskan maksud pembelajaran secara konstruktivisme adalah pengajaran dan pembelajaran yang berpusatkan pada siswa. Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu membina pengetahuan dan menyelesaikan masalah (Isjoni. 2010: 32). 


Prinsip-Prinsip Konstruktivisme dalam Pembelajaran

Secara lebih rinci, Driver dan Bell (Isjoni, 2010: 34) mengemukakan prinsip-prinsip konstruktivisme dalam pembelajaran sebagai berikut:
  • Hasil pembelajaran tidak hanya tergantung dari pengalaman pembelajaran di ruangan kelas, tetapi tergantung pula pada pengetahuan pelajar sebelumnya.
  • Pembelajaran adalah mengkonstruksi konsep-konsep.
  • Mengkonstruksi konsep adalah proses aktif dalam diri pelajar.
  • Konsep-konsep yang telah dikonstruksi akan dievalusi yang selanjutnya konsep tersebut diterima atau ditolak.
  • Siswalah yang sesungguhnya paling bertanggung jawab terhadap cara dan hasil pembelajaran mereka.
  • Adanya semacam pola terhadap konsep-konsep yang dikonstruksi pelajar dalam struktur kognitifnya.

Untuk landasan teoritik model pembelajaran kooperatif yang kedua yaitu tentang teori belajar sosial Vigotsky bisa teman-teman baca [Disini]. Demikianlah ulasan ringkas tentang landasan teoritik dalam model pembelajaran kooperatif. Semoga dapat bermanfaat dan bisa menambah khazanah keilmuan teman-teman.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon