Wednesday, August 27, 2014

Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS

Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS – Pada postingan sebelumnya, Dunia Pembelajaran telah diuraikan mengenai apa itu TPS? Terkait hal ini teman-teman Dunia Pembelajaran yang budiman bisa baca postingan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS dan bagaimana langkah-langkah dalam pembelajarannya? Untuk langkah-langkah atau tahapannya, pembaca yang budiman bisa baca postingan Tahapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS. Maka pada postingan kali ini, blog Pembelajaran akan share mengenai kelebihan dan kekurangan dari model TPS tersebut. Langsung saja simak uraian berikut ini:
Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS

Kelebihan Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS

Terdapat kelebihan dan kekurangan pada model TPS dalam proses pembelajaran, menurut Hartina (2008: 12) menyatakan bahwa, Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe TPS adalah:
  • Memungkinkan siswa untuk merumuskan dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai materi yang diajarkan karena secara tidak langsung memperoleh contoh pertanyaan yang diajukan oleh guru, serta memperoleh kesempatan untuk memikirkan materi yang diajarkan.
  • Siswa akan terlatih menerapkan konsep karena bertukar pendapat dan pemikiran dengan temannya untuk mendapatkan kesepakatan dalam memecahkan masalah.
  • Siswa lebih aktif dalam pembelajaran karena menyelesaikan tugasnya dalam kelompok, dimana tiap kelompok hanya terdiri dari 2 orang.
  • Siswa memperoleh kesempatan untuk mempersentasikan hasil diskusinya dengan seluruh siswa sehingga ide yang ada menyebar.
  • Memungkinkan guru untuk lebih banyak memantau siswa dalam proses pembelajaran.

Sedangkan Kelebihan model pembelajaran TPS menurut Ibrahim, dkk. (2000:6) adalah,
  • Meningkatkan pencurahan waktu pada tugas. Penggunaan metode pembelajaran TPS menuntut siswa menggunakan waktunya untuk mengerjakan tugas-tugas atau permasalahan yang diberikan oleh guru di awal pertemuan sehingga diharapkan siswa mampu memahami materi dengan baik sebelum guru menyampaikannya pada pertemuan selanjutnya.
  • Memperbaiki kehadiran. Tugas yang diberikan oleh guru pada setiap pertemuan selain untuk melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran juga dimaksudkan agar siswa dapat selalu berusaha hadir pada setiap pertemuan. Sebab bagi siswa yang sekali tidak hadir maka siswa tersebut tidak mengerjakan tugas dan hal ini akan mempengaruhi hasil belajar mereka.
  • Angka putus sekolah berkurang. Model pembelajaran TPS diharapkan dapat memotivasi siswa dalam pembelajaran sehingga hasil belajar siswa dapat lebih baik daripada pembelajaran dengan model konvensional.
  • Sikap apatis berkurang. Sebelum pembelajaran dimulai, kencenderungan siswa merasa malas karena proses belajar di kelas hanya mendengarkan apa yang disampaikan guru dan menjawab semua yang ditanyakan oleh guru. Dengan melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar, metode pembelajaran TPS akan lebih menarik dan tidak monoton dibandingkan metode konvensional.
  • Penerimaan terhadap individu lebih besar. Dalam model pembelajaran konvensional, siswa yang aktif di dalam kelas hanyalah siswa tertentu yang benar-benar rajin dan cepat dalam menerima materi yang disampaikan oleh guru sedangkan siswa lain hanyalah “pendengar” materi yang disampaikan oleh guru. Dengan pembelajaran TPS hal ini dapat diminimalisir sebab semua siswa akan terlibat dengan permasalahan yang diberikan oleh guru.
  • Hasil belajar lebih mendalam. Parameter dalam PBM adalah hasil belajar yang diraih oleh siswa. Dengan pembelajaran TPS perkembangan hasil belajar siswa dapat diidentifikasi secara bertahap. Sehingga pada akhir pembelajaran hasil yang diperoleh siswa dapat lebih optimal.
  • Meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan toleransi. Sistem kerjasama yang diterapkan dalam model pembelajaran TPS menuntut siswa untuk dapat bekerja sama dalam tim, sehingga siswa dituntut untuk dapat belajar berempati, menerima pendapat orang lain atau mengakui secara sportif jika pendapatnya tidak diterima.


Kelemahan Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS

Adapun kelemahan model pembelajaran kooperatif tipe TPS adalah sangat sulit diterapkan di sekolah yang rata-rata kemampuan siswanya rendah dan waktu yang terbatas, sedangkan jumlah kelompok yang terbentuk banyak.

Kelemahan model TPS adalah pembelajaran yang baru diketahui, kemungkinan yang dapat timbul adalah sejumlah siswa bingung, sebagian kehilangan rasa percaya diri, saling mengganggu antar siswa (Ibrahim, 2000: 18).

Demikianlah uraian mengenai kelebihan dan kekurangan dari model pembelajaran kooperatif tipe TPS. Semoga dapat bermanfaat dan bisa menambah wawasan keilmuan teman-teman.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon