Thursday, July 17, 2014

Pembelajaran Menurut Paradigma Konstruktivisme

Paradigma Konstruktivisme - Pandangan umum yang masih dianut guru dan masih berlaku hingga sekarang adalah bahwa dalam proses belajar mengajar pengetahuan diberikan oleh guru dan diterima oleh siswa. Keberhasilan dalam belajar diukur dari sejauh mana siswa dapat menunjukkan bahwa mereka dapat mengungkapkan pengetahuan yang diinginkan guru. Jika yang diungkapkan tidak sesuai dengan yang diinginkan guru maka siswwa dianggap tidak belajar. Dengan asumsi ini, maka guru berusaha sangat aktif dalam menyampaikan informasi (dengan ceramah) dan siswa hanya mendengar dan mencatat.

Baca juga: Implikasi Teori Belajar dalam Prinsip-Prinsip Pembelajaran

Pembelajaran Menurut Paradigma Konstruktivisme

Pembelajaran Menurut Paradigma Konstruktivisme
Para ahli pendidikan mengemukakan pandangan belajar dan mengajar yang berbeda dengan pandangan umum di atas. Pandangan baru tersebut adalah konstruktivisme. Konstruktivisme mengajarkan tentang sifat dasar bagaimana manusia belajar. Belajar adalah constructing understanding atau knowledge. Dengan cara mencocokkan fenomena, ide-ide, atau aktivitas yang baru dengan pengetahuan yang telah ada dan percaya bahwa sudah dipelajari. Oleh karena itu pada pembelajaran menurut konstruktivisme, siswa seharusnya sungguh-sungguh membangun makna dalam sudut pandang pembelajaran bermakna dan bukan sekedar hafalan atau tiruan.

Baca juga: Pembelajaran Menurut Teori Belajar Kognitif

Guru tidak dapat hanya semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya. Guru dapat membantu proses ini dengan cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan dengan siswa, dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide-ide dan dengan mengajak siswa agar dengan menyadari dan sadar menggunakan strategi-strategi mereka sendiri untuk belajar. Guru dapat memberi siswa tangga yang dapat membantu siswa mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi, namun harus diupayakan agar siswa sendiri yang memanjat tangga tersebut.

Karakteristik Pembelajaran Konstruktivistik

Karakteristik pembelajaran konstruktivistik (Slavin, 1997) adalah sebagai berikut:
  • Pembelajaran ditekankan pada pembelajaran sosial, antara lain kooperatif (interaksi dengan orang dewasa dan teman sebaya), berbasis proyek, dan berbasis penemuan.
  • Pembelajaran memperhatikan pemagangan kognitif
  • Pembelajaran menekankan scaffolding atau mediated learning (assested learning)
  • Pembelajaran menekankan top-down
  • Pembelajaran memperhatikan generative learning
  • Pembelajaran yang menekankan self regulated learning

Demikianlah uraian singkat mengenai Pembelajaran menurut paradigma konstruktivisme. Semoga dapat bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon