Sunday, July 27, 2014

Model Problem-Based Instruction

Model Problem-Based Instruction - Setelah sebelumnya telah dibahas mengenai model pembelajaran konstruktivisme dengan langkah-langkahnya. Maka pada postingan kali ini, Dunia Pembelajaran akan share mengenai model pembelajaran PBI (Problem Based Instruction). Sudah menjadi maklum bahwa model problem-based instruction adalah model pembelajaran yang berlandaskan paham konstruktivistik yang mengakomodasi keterlibatan siswa dalam belajar dan pemecahan masalah otentik (Arends et al., 2001).

Baca juga: Pembelajaran Menurut Paradigma Konstruktivisme

Dalam pemrolehan informasi dan pengembangan pemahaman tentang topik-topik, siswa belajar bagaimana mengkonstruksi kerangka masalah, mengorganisasikan dan menginvestigasi masalah, mengumpulkan dan menganalisis data, menyusun fakta, mengkonstruksi argumentasi mengenai pemecahan masalah, bekerja secara individual atau kolaborasi dalam pemecahan masalah.

Langkah-Langkah Pembelajaran PBI

Model problem-based instruction memiliki lima langkah pembelajaran (Arend, et.al., 2001), yaitu:
  • guru mendefisikan atau mempresentasikan masalah atau isu yang berkaitan (masalah bisa untuk satu unit pelajaran atau lebih, bisa untuk pertemuan satu, dua, atau tiga minggu, bisa berasal dari hasil seleksi guru atau dari eksplorasi siswa),
  • guru membantu siswa mengklarifikasi masalah dan menentukan bagaimana masalah itu diinvestigasi (investigasi melibatkan sumber-sumber belajar, informasi, dan data yang variatif, melakukan surve dan pengukuran),
  • guru membantu siswa menciptakan makna terkait dengan hasil pemecahan masalah yang akan dilaporkan (bagaimana mereka memecahkan masalah dan apa rasionalnya),
  • pengorganisasian laporan (makalah, laporan lisan, model, program komputer, dan lain-lain), dan
  • presentasi (dalam kelas melibatkan semua siswa, guru, bila perlu melibatkan administator dan anggota masyarakat).
Model Problem-Based Instruction


Implikasi Model Pembelajaran PBI

Sistem sosial yang mendukung Model Problem-Based Instruction adalah: kedekatan guru dengan siswa dalam proses teacher-asisted instruction, minimnya peran guru sebagai transmitter pengetahuan, interaksi sosial yang efektif, latihan investigasi masalah kompleks. Prinsip reaksi yang dapat dikembangkan adalah: peranan guru sebagai pembimbing dan negosiator. Peran-peran tersebut dapat ditampilkan secara lisan selama proses pendefinisian dan pengklarifikasian masalah.
Sarana pendukung model pembelajaran Problem-Based Instruction adalah: lembaran kerja siswa, bahan ajar, panduan bahan ajar untuk siswa dan untuk guru, artikel, jurnal, kliping, peralatan demonstrasi atau eksperimen yang sesuai, model analogi, meja dan korsi yang mudah dimobilisasi atau ruangan kelas yang sudah ditata untuk itu.

Dampak pembelajaran Model Problem-Based Instruction adalah pemahaman tentang kaitan pengetahuan dengan dunia nyata, dan bagaimana menggunakan pengetahuan dalam pemecahan masalah kompleks. Dampak pengiringnya adalah mempercepat pengembangan self-regulated learning, menciptakan lingkungan kelas yang demokratis, dan efektif dalam mengatasi keragaman siswa.

Demikianlah uraian singkat mengenai Model Problem-Based Instruction berikut langkah-langkahnya, semoga dapat bermanfaat dan bisa diimplementasikan dalam pembelajaran dengan mudah.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon