Saturday, June 7, 2014

Metode Targhib wa Tarhib dalam Islam

Metode Targhib wa Tarhib dalam Islam - Setelah pada postingan sebelumnya telah diuraikan metode pendidikan Islam tentang metode perumpamaan atau Amtsal dalam Islam. Maka pada postingan kali ini akan dishare mengenai metode Targhib wa tarhib dalam Islam. Berikut uraiannya.


Pengertian Metode Targhib wa Tarhib

Kata targhib diambil dari bahasa Al-Quran, berasal dari kata kerja ragghaba yang artinya: menyenangi, menyukai. Targhib berbentuk isim mashdar mengandung arti suatu harapan untuk memperoleh kesenangan dan kebahagiaan. Metode targhib adalah pendidikan dengan menyampaikan berita gembira/harapan kepada pelajar melalui lisan maupun tulisan, agar pelajar menjadi manusia yang bertakwa. Sedangkan metode tarhib adalah pendidikan dengan menyampaikan berita buruk/ancaman kepada pelajar melalui lisan maupun tulisan, agar pelajar menjadi manusia yang bertakwa.


Asumsi yang Mendasari Metode Targhib wa Tarhib

Penggunaan metode targhib-tarhib didasari pada asumsi bahwa tingkat kesadaran manusia sebagai makhluk Tuhan itu berbeda-beda. Ada yang sadar setelah diberikan kepadanya berbagai nasihat dengan lisan, dan ada pula yang harus diberikan ancaman terlebih dahulu baru ia akan sadar. Ayat yang berupa targhîb dapat dilihat pada QS Al-Anfal: 29,
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya dia akan memberikan kepadamu furqan dan menghapus kesalahan-kesalahanmu serta mengampuni dosamu, dan Allah mempunyai karunia yang besar.”
Al-Thabari menjelaskan bahwa orang-orang yang telah membenarkan Allah dan rasul-Nya, taat kepada-Nya, menjalankan segala yang diperintahkan dan menjauhi kemaksiatan, serta tidak berkhianat kepada rasul dan amanah yang diberikan kepadanya, Allah akan memberikannya furqan, pembeda antara yang hak dan yang batil, sekaligus menghapus kesalahan yang telah diperbuat. Sedangkan ayat yang mengandung indikasi metode tarhîb terdapat dalam QS At-Taubah: 74,
“Mereka orang-orang munafik itu bersumpah dengan  nama  Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah  mengucapkan perkataan  kekafiran,  dan  telah  menjadi  kafir sesudah Islam dan mengingini apa yang mereka tidak mencapainya; dan mereka tidak mencela Allah dan Rasul-Nya, kecuali karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan  jika  mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat; dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi.”
Ibnu Jarir Al-Thabari menjelaskan bahwa, ayat ini turun ketika seorang yang bernama Jalas bin Suwaid bin Ash-Shamit berkata: jika apa yang didatangkan oleh Nabi Saw. itu kebenaran, maka sungguh kita itu lebih sesat daripada keledai. Hal ini diadukan kepada Nabi. Kemudian Suwaid bersumpah atas nama Allah, padahal ia telah mengucapkan kalimat kufur. Turunlah ayat ini dan Nabi pun menasihatinya.
Keimanan seseorang naik turun. Karena itu, ia harus sering membaca Al- Quran, agar hati dan akalnya cenderung pada iman.
Metode Targhib wa Tarhib
Menjadi manusia beriman merupakan tujuan tertinggi pendidikan. Dalam Al-Quran terdapat berita gembira bagi orang yang taat, dan ancaman siksa, kerugian, dan kesengsaraan bagi orang yang kufur. Seorang guru harus bisa menginspirasi siswanya menjadi pribadi yang beriman melalui ayat-ayat targhib dan tarhib. Maka, seorang guru muslim harus mengenal Al-Quran dengan baik. Kecuali itu, ia harus bisa mengaitkan ayat-ayat itu dengan realitas keseharian siswanya, sehingga makna ayat-ayat itu benar-benar ditujukan buat mereka.

Metode ini sesuai dengan kejiwaan manusia, bahwa manusia menyukai kesenangan dan kebahagiaan, dan ia membenci kesengsaraan dan kekurangan. Guru harus bisa meyakinkan siswa agar mereka selalu cenderung pada iman dan kebaikan, dan menghindari kekufuran.

Demikianlah uraian mengenai metode targhib wa tarhib dalam Islam. Semoga dapat bermanfaat dan dapat membuka cakrawala kita tentang metode-metode pendidikan dalam Islam.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon